Ramadhanusmastertrainer’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Seputar Tahajjud

tinggalkan komentar »

Keutamaan[r1] [r2] [r3] Shalat Tahajjud


1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah

dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (Al Israa : 79).

2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah,


Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]

3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam


Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.
 (Silsilah Al hadits Ash Shahihah no. 831). [3]

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]

Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud?
Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.

1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5]

2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]

3. Tidur sebentar di siang hari

4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid’ah

5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam

6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta’awun

SHALAT[r4] TAHAJJUD BERJAMA’AH

Pada dasarnya, shalat sunah malam dikerjakan secara sendiri-sendiri. Namun demikian, kalau dikerjakan secara berjamaah[r5] boleh-boleh saja (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah). Termasuk di dalamnya adalah salat tahajjud berjamaah.

Terkait dengan shalat malam atau shalat tahajjud, Nabi saw pernah melakukan dengan dua cara tersebut (sendiri dan berjamaah). Beliau memang lebih banyak mengerjakannya secara sendirian.Akan tetapi, beliau pernah pula mengerjakannya secara berjamaah.
Misalnya:
· Hudzaifah meriwayatkan, “Aku shalat bersama Nabi saw. pada suatu malam. Beliau memulai bacaan (sesudah al-fatihah) dengan surat al-baqarah. Ketika itu aku berbisik dalam hati, ‘Beliau pasti ruku setelah membaca seratus ayat….” (HR Muslim).
· Abu Wail meriwayatkan bahwa Abdullah berkata, “Aku shalat bersama rasulullah saw. beliau memanjangkan bacaan sampai aku punya niat buruk.’ Ia ditanya, “Apa niat burukmu itu?” “Aku berniat duduk dan meninggalkannya.” (HR. Muslim)
· Demikian pula riwayat tentang shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dengan Ibnu Abbas.

. Dari Abu Hurairah Dan Abu Said Al-Khudri RA mereka berkata : Rasulullah SAW

telah bersabda: “Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya di waktu malam, maka keduanya sholat atau sholat dua rakaaat berjama’ah, maka keduanya akan dicatat sebagai Adz-Dzakiriin wa Dzakiroot (laki-laki dan perempuan yang selalu mengingat Alloh SWT” (HR Abu Daud : 1288 dan Ibnu Majah 1098)[r6]



[r1]Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji

[r2]Dapat mendekatkan diri kepada Allah

[r3]Memuliakan manusia

[r4]Dasarnya shalat sunnah itu dikerjakan sendiri-sendiri

[r5]Melaksanakannya dengan berjama’ah adalah mubah (boleh)

[r6]Dalil tentang berjama’ah tahajud dengan istri

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 29, 2008 pada 11:30 am

Ditulis dalam dzatiyah

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.