Ramadhanusmastertrainer’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Juli 2008

Menggapai Qunut Dalam Shalat

tinggalkan komentar »

http://www.dakwatuna.com/author/attabiq

“Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dalam keadaan qunut”. (Al-Baqarah: 238)

Salah satu bentuk pemeliharaan seseorang terhadap shalatnya adalah menunaikannya dengan penuh qunut kepada Allah swt. Qunut dalam arti khusyu’ dan konsentrasi penuh kepada Allah swt. Sedangkan realisasi qunut dalam shalat adalah tercapainya buah dari shalat, yaitu “Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar”. (Al-Ankabut: 45), serta mencapai kebahagiaan dan keberuntungan seperti yang dijanjikan Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya”. (Al-Mu’minun: 1-2). Dan memang shalat yang paling utama seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw adalah dengan “thulul qiyam” (berdiri yang lama). Bahkan pernah dalam salah satu shalat Rasulullah, dalam satu rakaat beliau membaca surah Al-Baqarah, An-Nisa’ dan Ali Imran. Dan para mufassirin banyak yang memahami ayat “Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dalam keadaan qunut” dalam arti thulul qiyam.

Berdasarkan pembacaan dan penelusuran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang konsep “qunut” ini, maka dari 13 ayat yang ditemukan, hanya ayat di atas yang dikaitkan dengan perintah shalat. Sedangkan ayat-ayat yang lain berbicara dalam konteks ubudiyah yang umum. Dikaitkannya qunut dengan shalat dalam ayat di atas menurut sebagian mufassirin mengisyaratkan bahwa shalat adalah sarana yang paling utama bagi seseorang untuk menunjukkan ketaatan kepada Allah. Sehingga dalam shalat, seseorang harus mampu melepaskan diri dari kesibukan lain, karena shalat sendiri adalah sebuah kesibukan, seperti yang dapat dipahami dari hadits Abdullah bin Mas’ud, “Sesungguhnya dalam shalat itu ada kesibukan”. (H.R. Muttafaqun Alaih). Karena esensi qunut dalam shalat adalah khusyu’ kepada Allah dan konsentrasi mengingat-Nya. Demikianlah berdasarkan sebab nuzulnya, ayat ini turun untuk mengingatkan keadaan shalat mereka sebelum ini yang biasa berbicara di tengah melaksanakan shalat, bahkan membicarakan berbagai keperluan yang mereka hadapi. Maka dengan turunnya ayat ini , mereka mengetahui bahwa di dalam shalat tidak boleh ada kesibukan lain selain mengingat Allah, khusyu’ kepada-Nya dan konsentrasi penuh untuk mengingat-Nya.

Secara makna, “qunut” bisa dipahami dalam berbagai pengertian. Menurut bahasa, qunut berarti taat dalam segala sesuatu. Dalam Mu’jam Maqayisul Lughah, Ibnu Zakaria memahami asal arti qunut menurut bahasa adalah taat, namun kemudian kata ini digunakan untuk menunjuk pada setiap istiqamah di jalan agama yang diridhai Allah swt. Lebih jelas Imam At-Thabari menegaskan bahwa setiap kata qunut dalam Al-Qur’an tidak lain artinya adalah taat. Namun Ibnu Qutaibah dalam Ta’wil Musykil Al-Qur’an memperluas makna qunut kepada arti berdiri yang lama, doa, shalat, menahan diri dari berbicara, pengakuan akan ubudiyah Allah dan ketaatan kepada-Nya. Sehingga dalam konteks bahasa, qunut bisa tampil dalam berbagai amal; orang yang istiqamah dalam shalatnya adalah orang yang qanit. Orang yang senantiasa berdoa tanpa jemu adalah orang yang qanit dalam berdoa. Dan orang yang memperpanjang berdiri saat shalat adalah cermin dari orang yang qanit dalam shalatnya.

Dalam konteks fikih, qunut berarti setiap bacaan dalam shalat yang mengandungi pujian kepada Allah dan doa munajat kepada-Nya, seperti qunut dalam shalat witir menurut Hanafiyah dan qunut nazilah. Manakala qunut dalam konteks akhlaq adalah sikap tawadhu’ dan rendah hati. Dan begitu seterusnya. Qunut bisa direalisasikan dalam keseluruhan aktivitas ibadah kita dan memang itulah yang diinginkan oleh Allah swt dari setiap pengabdian kita yang tulus kepada-Nya.

Dalam konteks pembahasan tentang qunut, dua orang yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an adalah Ibrahim yang mewakili laki-laki dan Maryam yang mewakili wanita. Keduanya tampil dengan sikap qunut (taat) yang totalitas kepada Allah dalam semua amal ibadahnya.

Nabi Ibrahim dipuji oleh Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang umat yang dapat dijadikan teladan dalam kepatuhannya kepada Allah dan seorang yang hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah”. (An-Nahl: 120). Bahkan ketaatan Nabi Ibrahim as dalam ayat ini digambarkan menyamai ketaatan satu umat (ummatan qanitan). Betapa hanya Ibrahim yang mampu membuktikan ketaatannya yang paripurna kepada Allah, meskipun ia harus menyembelih putranya yang sangat dicintainya. Ibrahim juga siap meninggalkan keluarganya di tengah padang pasir yang tandus dan gersang karena sikap qunutnya kepada Allah yang totalitas.

Begitu juga dengan Maryam. Wanita shalihah ini diabadikan namanya oleh Allah sebagai contoh terbaik dalam hal ketaatan kepada Allah. Bahkan ketaatannya mampu menyamai ketaatan laki-laki yang taat (minal qanitin). “Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang qanit.” (At-Tahrim: 12). Keutamaan tersebut Allah berikan karena ia mampu memenuhi perintah Allah, “Hai Maryam, qunut (taat)lah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku’” (Ali Imran: 43)

Ketika Al-Qur’an berbicara tentang ciri-ciri istri yang shalihah yang mendapat pujian dan penghargaan Allah, sifat pertama yang disebutkan adalah sifat qunutnya (qanitah) “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”. (An-Nisa’: 34)

Hal yang menarik dari pembicaraan tentang sifat qunut, bahwa Al-Qur’an justru banyak menyebut keutamaan sifat ini dalam konteks keutamaan wanita. Seakan-akan ini sebuah isyarat bahwa kaum wanita dituntut lebih untuk bersikap demikian. Atau memang secara fitrah, kaum wanita lebih mudah untuk menunjukkan sifat ini jika mereka mampu melepaskan diri dari keinginan dan gemerlap duniawi yang menjadi perhiasan mereka. Maka ketika beberapa istri Rasulullah saw memiliki keinginan duniawi seperti lazimnya para wanita yang lain dan mereka mengadukan permintaannya itu kepada Rasulullah, Allah segera mengingatkan mereka dan memberi jaminan bahwa kelak jika Rasulullah menceraikan mereka, beliau akan mendapatkan ganti wanita-wanita yang qanitah juga.”Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan”. (At-Tahrim: 5). Dan jika sebaliknya, mereka mampu menunjukkan sifat qunut yang sempurna, maka Allah akan memberi mereka pahala dua kali lipat. “Dan barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia”. (Al-Ahzab: 31)

Betapa tinggi kedudukan sifat qunut, sampai Allah swt menyatakan bahwa seluruh makhluk-Nya yang berada di langit dan di bumi juga serentak menunjukkan qunutnya kepada Allah, Sang Khaliq mereka. Allah menegaskan sikap mereka dalam firman-Nya, “Mereka (orang-orang kafir) berkata, “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya. (Al-Baqarah: 116), dan firman-Nya yang lain, “Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk”. (Ar-Rum: 26)

Imam Ath-Thabari memahami sikap qunut dari seluruh ciptaan Allah selain manusia adalah ketundukan dan kepatuhan mereka terhadap seluruh perintah Allah, serta pengakuan (ikrar) mereka atas keesaan Allah swt. Dari sini, sudah semestinya manusia berfikir bahwa ketika semua makhluk Allah yang tidak berakal senantiasa dalam keadaan qunut dan tunduk kepada-Nya, maka manusia yang dianugerahi kelebihan akal oleh Allah, semestinya mampu menunjukkan sikap demikian, bahkan melebihi qunut makhluk yang lain. Dan itulah pujian Allah kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa dalam keadaan siap dan tunduk kepada seluruh aturan Allah dalam semua bidang kehidupan, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Az-Zumar: 9)

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 29, 2008 pada 12:31 pm

Ditulis dalam dzatiyah

Seputar Tahajjud

tinggalkan komentar »

Keutamaan[r1] [r2] [r3] Shalat Tahajjud


1. Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah

dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji. (Al Israa : 79).

2. Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah,


Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]

3. Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam


Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain.
 (Silsilah Al hadits Ash Shahihah no. 831). [3]

Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:

Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758). [4]

Bagaimana Agar Bisa Shalat Tahajjud?
Shalat malam termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap dan masih mengantuk maka kita harus bangun untuk shalat. Berikut beberapa sebab agar kita dimudahkan untuk melaksanakan shalat malam.

1. Berusaha untuk tidur di awal malam dan menjauhkan diri dari begadang. Rasulullah membenci tidur sebelum Shalat Isyaa dan berbicara sesudah Shalat Isyaa. [5]

2. Ketika akan tidur, perhatikan adab-adab tidur, misalnya membaca doa sebelum tidur, membaca ayat kursi, membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah, membaca Surat Al Kaafirun, dll. [6]

3. Tidur sebentar di siang hari

4. Meninggalkan kemaksiatan, dosa dan perbuatan bid’ah

5. Berkeinginan kuat untuk shalat malam

6. Memasang jam beker. Bisa juga dengan saling membangunkan istri, suami, dan keluarga. Bahkan bisa dengan saling membangunkan tetangga atau teman dengan menelpon melalui handphone-nya. Saling berta’awun

SHALAT[r4] TAHAJJUD BERJAMA’AH

Pada dasarnya, shalat sunah malam dikerjakan secara sendiri-sendiri. Namun demikian, kalau dikerjakan secara berjamaah[r5] boleh-boleh saja (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah). Termasuk di dalamnya adalah salat tahajjud berjamaah.

Terkait dengan shalat malam atau shalat tahajjud, Nabi saw pernah melakukan dengan dua cara tersebut (sendiri dan berjamaah). Beliau memang lebih banyak mengerjakannya secara sendirian.Akan tetapi, beliau pernah pula mengerjakannya secara berjamaah.
Misalnya:
· Hudzaifah meriwayatkan, “Aku shalat bersama Nabi saw. pada suatu malam. Beliau memulai bacaan (sesudah al-fatihah) dengan surat al-baqarah. Ketika itu aku berbisik dalam hati, ‘Beliau pasti ruku setelah membaca seratus ayat….” (HR Muslim).
· Abu Wail meriwayatkan bahwa Abdullah berkata, “Aku shalat bersama rasulullah saw. beliau memanjangkan bacaan sampai aku punya niat buruk.’ Ia ditanya, “Apa niat burukmu itu?” “Aku berniat duduk dan meninggalkannya.” (HR. Muslim)
· Demikian pula riwayat tentang shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dengan Ibnu Abbas.

. Dari Abu Hurairah Dan Abu Said Al-Khudri RA mereka berkata : Rasulullah SAW

telah bersabda: “Apabila seorang laki-laki membangunkan istrinya di waktu malam, maka keduanya sholat atau sholat dua rakaaat berjama’ah, maka keduanya akan dicatat sebagai Adz-Dzakiriin wa Dzakiroot (laki-laki dan perempuan yang selalu mengingat Alloh SWT” (HR Abu Daud : 1288 dan Ibnu Majah 1098)[r6]



[r1]Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji

[r2]Dapat mendekatkan diri kepada Allah

[r3]Memuliakan manusia

[r4]Dasarnya shalat sunnah itu dikerjakan sendiri-sendiri

[r5]Melaksanakannya dengan berjama’ah adalah mubah (boleh)

[r6]Dalil tentang berjama’ah tahajud dengan istri

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 29, 2008 pada 11:30 am

Ditulis dalam dzatiyah

MULTIPLE INTELEGENSIA

tinggalkan komentar »

Anak-anak kita adalah amanah dari ALLAH yang harus kita jaga. Baik atau buruknya anak kita di masa depan sangat bergantung dengan bagaimana pola didik yang kita terapkan sejak dini. Sebagai seorang Mukmin yang peduli dengan masa depan Islam, tentunya dimulai dengan kepedulian kita terhadap generasi yang kelak akan menjalankan roda peradaban ini. Dan itu semua bisa kita mulai dengan membentuk anak-anak kita, menjadi pribadi yang tangguh dengan kecerdasan multiple. Berikut ini saya share artikel yang cukup bagus, terkait dengan hal itu. Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman yang sudi mengomentari ataupun menambahkan.

Apa yang dimaksud dengan kecerdasan multipel ?

Kecerdasan multipel (multiple inteligensia) adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak, antara lain verbal-linguistic (kemampuan menguraikan pikiran dalam kalimat-kalimat, presentasi, pidato, diskusi, tulisan), logical-mathematical (kemampuan menggunakan logika-matematik dalam memecahkan berbagai masalah), visual spatial (kemampuan berpikir tiga dimensi), bodily-kinesthetic (ketrampilan gerak, menari, olahraga), musical (kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi, nada, melodi, irama), intrapersonal (kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri), interpersonal (kemampuan memahami dan menyesuaikan diri dengan orang lain), naturalist (kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan).

Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas kecerdasan ?

Kecerdasan multipel dipengaruhi 2 faktor utama yang saling terkait yaitu faktor keturunan (bawaan, genetik) dan faktor lingkungan. Seorang anak dapat mengembangkan berbagai kecerdasan jika mempunyai faktor keturunan dan dirangsang oleh lingkungan terus menerus.

Orangtua yang cerdas anaknya cenderung akan cerdas pula jika faktor lingkungan mendukung pengembangan kecerdasaannnya sejak didalam kandungan, masa bayi dan balita. Walaupun kedua orangtuanya cerdas tetapi jika lingkungannya tidak menyediakan kebutuhan pokok untuk pengembangan kecerdasannya, maka potensi kecerdasan anak tidak akan berkembang optimal. Sedangkan orangtua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi (belum tentu mereka tidak cerdas, mungkin karena tidak ada kesempatan atau hambatan ekonomi) anaknya bisa cerdas jika dicukupi kebutuhan untuk pengembangan kecerdasan sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja.

Apa kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan ?

Tiga kebutuhan pokok untuk mengembangkan kecerdasan antara lain adalah kebutuhan FISIK-BIOLOGIS (terutama untuk pertumbuhan otak, sistem sensorik dan motorik), EMOSI-KASIH SAYANG (mempengaruhi kecerdasan emosi, inter dan intrapersonal) dan STIMULASI DINI (merangsang kecerdasan-kecerdasan lain).

Kebutuhan FISIK-BIOLOGIS terutama gizi yang baik sejak di dalam kandungan sampai remaja terutama untuk perkembangan otak, pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan, dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Kebutuhan EMOSI-KASIH SAYANG : terutama dengan melindungi, menimbulkan rasa aman dan nyaman, memperhatikan dan menghargai anak, tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan tetapi lebih banyak memberikan contoh-contoh dengan penuh kasih sayang. Kebutuhan STIMULASI meliputi rangsangan yang terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua system sensorik dan motorik.

Ketiga kebutuhan pokok tersebut harus diberikan secara bersamaan sejak janin didalam kandungan karena akan saling berpengaruh. Bila kebutuhan biofisik tidak tercukupi, gizinya kurang, sering sakit, maka perkembangan otaknya tidak optimal. Bila kebutuhan emosi dan kasih sayang tidak tercukupi maka kecerdasan inter dan antar personal juga rendah. Bila stimulasi dalam interaksi sehari-hari kurang bervariasi maka perkembangan kecerdasan juga kurang bervariasi.

Apa itu STIMULASI DINI ? Apa manfaatnya ?

Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan) dilakukan setiap hari, untuk merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi, serta merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (kecerdasan multipel) yaitu kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (lingusitik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa dll.

Cara melakukan stimulasi dini

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.

Stimulasi untuk bayi 0 – 3 bulan dengan cara : mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.

Umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Umur 6 – 9 bulan ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.

Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 – 18 bulan ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 – 24 bulan ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata ? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda disekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana – baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 – 3 tahun ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.

Setelah umur 3 tahun selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh pengasuh dan keluarga) namun dapat pula di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak atau sejenisnya.

Pentingnya suasana ketika stimulasi

Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan bayi-balita, setiap hari, terus menerus, bervariasi, disesuaikan dengan umur perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh keluarga (terutama ibu atau pengganti ibu).

Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balitanya. Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-terburu, memaksakan kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat atau keinginan bayi/balita, atau bayi-balita sedang mengantuk, bosan atau ingin bermain yang lain. Pengasuh yang sering marah, bosan, sebal, maka tanpa disadari pengasuh justru memberikan rangsang emosional yang negatif. Karena pada prinsipnya semua ucapan, sikap dan perbuatan pengasuh adalah merupakan stimulasi yang direkam, diingat dan akan ditiru atau justru menimbulkan ketakutan bayi-balita.

Pentingnya pola pengasuhan yang demokratik (otoritatif)

Oleh karena itu interaksi antara pengasuh dan bayi atau balita harus dilakukan dalam suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif). Yaitu pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, artinya memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.

Mengapa stimulasi dini bisa merangsang kecerdasan multipel ?

Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 – 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 – 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel-sel tersebut. Mulai kehamilan 6 bulan, dibentuklah hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut.

Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat maka hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari, bila dikembangkan terus menerus, sehingga anak akan mempunyai banyak variasi kecerdasan (multiple inteligensia).

Bagaimana cara merangsang kecerdasan multipel ?

Untuk merangsang kecerdasan berbahasa verbal ajaklah bercakap-cakap, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll.

Latih kecerdasan logika-matematik dengan mengelompokkan, menyusun, merangkai, menghitung mainan, bermain angka, halma, congklak, sempoa, catur, kartu, teka-teki, puzzle, monopoli, permainan komputer dll.

Kembangkan kecerdasan visual-spatial dengan mengamati gambar, foto, merangkai dan membongkar lego, menggunting, melipat, menggambar, halma, puzzle, rumah-rumahan, permainan komputer dll.

Melatih kecerdasan gerak tubuh dengan berdiri satu kaki, jongkok, membungkuk, berjalan di atas satu garis, berlari, melompat, melempar, menangkap, latihan senam, menari, olahraga permainan dll.

Merangsang kecerdasan musikal dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada.

Melatih kecerdasan emosi inter-personal dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, mengalah, meminjamkan mainan, bekerjasama membuat sesuatu, permainan mengendalikan diri, mengenal berbagai suku, bangsa, budaya, agama melalui buku, TV dll.

Melatih kecerdasan emosi intra-personal dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera dll.

Merangsang kecerdasan naturalis dengan menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman dalam pot, memelihara binatang, berkebun, wisata di hutan, gunung, sungai, pantai, mengamati langit, awan, bulan, bintang dll.

Bila anak mempunyai potensi bawaan berbagai kecerdasan dan dirangsang terus menerus sejak kecil dengan cara yang menyenangkan dan jenis yang bervariasi maka anak kita akan mempunyai kecerdasan yang multipel.

Bagaimana cara mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas dibutuhkan oleh manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas harus dikembangkan sejak dini. Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa sikap orangtua yang otoriter (diktator) terhadap anak akan mematikan bibit-bibit kreativitas anak, sehingga ketika menjadi dewasa hanya mempunyai kreativitas yang sangat terbatas.

Bagaimana peran orangtua utk mengembangkan kreativitas anak ?

Kreativitas anak akan berkembang jika orangtua selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu : mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkannya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orangtua paling benar, atau melecehkan pendapat anak

Orangtua harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri (asalkan tidak membahayakan atau merugikan oranglain atau diri sendiri). Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua. Anak tidaklah salah, mereka umumnya belum tahu, dalam tahap belajar. Oleh karena itu tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.

Selain itu orangtua harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.

Keluarga harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian disekeliling kita, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus menjawab dengan cara menyediakan sarana yang semakin merangsang anak berpikir lebih dalam, misalnya dengan memberikan gambar-gambar, buku-buku. Jangan menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Orangtua harus memberi kesempatan anak untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir dan mewujudkan gagasan anak dengan cara masing-masing. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Biarkan mereka menggambar sepeda dengan roda segi empat, langit berwarna merah, daun berwarna biru. Jangan banyak melarang, mendikte, mencela, mengecam, atau membatasi anak. Berilah kebebasan, kesempatan, dorongan, penghargaan atau pujian untuk mencoba suatu gagasan, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Semua hal-hal tersebut akan merangsang perkembangan fungsi otak kanan yang penting untuk kreativitas anak yaitu: berfikir divergen (meluas), intuitif (berdasarkan intuisi), abstrak, bebas, simultan.

Ringkasan

    • Jika menginginkan anak dengan kecerdasan multipel harus dilakukan perangsangan sejak bayi setiap hari pada semua sistem indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan), dengan mengajak berbicara, bermain untuk merangsang perasaan dan pikiran, merangsang gerak kasar dan halus pada leher, tubuh, kaki, tangan dan jari-jari.
    • Cara melakukan stimulasi harus disesuaikan dengan umur dan tahapan tumbuh -kembang anak. Stimulasi dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita, misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur, atau kapanpun dan dimanapun ketika anda dapat berinteraksi dengan balita anda. Selanjutnya dapat ditambah melalui Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak dan sejenisnya.
    • Stimulasi harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan, yaitu pola asuh yang otoritatif (demokratik). Artinya : pengasuh harus peka terhadap isyarat-isyarat bayi, memperhatikan minat, keinginan atau pendapat anak, tidak memaksakan kehendak pengasuh, penuh kasih sayang, dan kegembiraan, menciptakan rasa aman dan nyaman, memberi contoh tanpa memaksa, mendorong keberanian untuk mencoba berkreasi, memberikan penghargaan atau pujian atas keberhasilan atau perilaku yang baik, memberikan koreksi bukan ancaman atau hukuman bila anak tidak dapat melakukan sesuatu atau ketika melakukan kesalahan.
    • Pola asuh otoritatif penting untuk mengembangkan kreativitas anak. Dengarkan omongan anak, dorong anak untuk berani mengucapkan pendapatnya, hargai pendapat anak, jangan memotong pembicaraan anak, jangan memaksakan pendapat orangtua atau melecehkan pendapat anak. Rangsanglah anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai hal dilingkungannya, beri kebebasan dan dorongan untuk mengembangkan khayalan, merenung, berfikir, mencoba dan mewujudkan gagasan. Berikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Jangan menghentikan rasa ingin tahu anak, jangan banyak mengancam atau menghukum, beri kesempatan untuk mencoba, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain.

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 29, 2008 pada 10:40 am

Ditulis dalam cerdas

PC Media Antivirus 1.5

tinggalkan komentar »

Antivirus kebanggaan Indonesia, PC Media Antivirus 1.5, secara resmi dirilis ke publik bersamaan dengan terbitnya majalah PC Media 08/2008 terbaru. Pada rilis kali ini, PCMAV mampu mengenali 1.985 virus beserta variannya yang banyak dilaporkan menyebar di Indonesia.

Beberapa perbaikan & improvisasi kembali dilakukan di versi 1.5 ini, salah satunya adalah kesalahan pada engine yang bertugas melakukan scanning terhadap tipe file autorun yang dapat mengakibatkan RTP crash. Ditambahkan pula engine cleaner khusus yang dapat membersihkan file yang terinfeksi oleh virus Godham agar pulih seperti sedia kala. Dan juga, dilakukan improvisasi pada fitur baru yakni USB Disk Filtering yang sudah menginjak versi Beta2. Berikut ini daftar selengkapnya:

APA YANG BARU?

  • Ditambahkan, database pengenal dan pembersih 48 virus lokal/asing/varian baru yang dilaporkan menyebar di Indonesia. Total 1.985 virus beserta variannya yang banyak beredar di Indonesia telah dikenal di versi 1.5 ini oleh engine internal PCMAV.
  • Improvisasi, user-interface dari USB Disk Filtering.
  • Diperbaiki, kesalahan pada engine khusus yang melakukan pemeriksaan terhadap file autorun.inf, yang pada komputer tertentu, khususnya
    komputer yang terdapat antivirus lain, akan mengakibatkan RTP crash.
  • Diperbaiki, rutin yang melakukan buffering pada file target yang akan di-scan. Pada kondisi tertentu, kesalahan ini dapat mengakibatkan crash pada RTP, khususnya ketika RTP gagal dalam membuka file yang terproteksi.
  • Diperbaiki, kesalahan pada USB Disk Filtering, yang terkadang mengakibatkan tidak terdeteksinya file autorun.inf milik virus.
  • Diperbaiki, kesalahan pada USB Disk Filtering yang jika melakukan scan pada file yang sama, pada daftar virus akan terdapat item ganda.
  • Ditambahkan, engine cleaner khusus yang dapat membasmi dan membersihkan file yang terinfeksi oleh virus Godham agar kembali seperti semula.
  • Improvisasi, rutin self-check yang dapat memeriksa kondisi PCMAV, yang dapat memberitahukan jika file PCMAV mengalami perubahan.
  • Diperbaiki, kesalahan deteksi (false alarm) pada beberapa program ataupun script.
  • Diperbarui, perubahan beberapa nama virus mengikuti varian baru yang ditemukan.
  • Perbaikan beberapa minor bug dan improvisasi kode internal untuk memastikan bahwa PCMAV Cleaner & PCMAV RealTime Protector lebih dari sekadar antivirus biasa.

klik di bagian kolom software untuk mendownloadnya

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 18, 2008 pada 9:11 am

Ditulis dalam software

jenonkvirusremoval

tinggalkan komentar »

Sobat, Antivirus jenonkvirusremoval buatan anak negeri ini yang bisa mengembalikan file2 yang telah dihidden oleh virus…

Cobain dech dengan mengklik pada kolom software di sebelah kanan

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 18, 2008 pada 5:17 am

Ditulis dalam Uncategorized

clamwin antivirus portable

dengan 2 komentar

Ada solusi buat flashdisk Anda, antivirus ini emang didesain buat flashdisk atau harddisk external…bisa diinstal diflashdisk sehingga flashdisk Anda bisa menscan computer teman Anda…setelah Anda download lalu coba install pilih tempat instal ke flashdisk Anda. Selain itu antivirus ini dapat diupdate hanya dengan flashdisk Anda connect dengan internet.

Tertarik? Silahkan download dengan mengklik clamwin antivirus portable yang terdapat pada kolom software yang terletak di sebelah kanan.

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 18, 2008 pada 5:01 am

Ditulis dalam software

ANSAV AIO 1.9.3

dengan 4 komentar

Memang antivirus buatan anak negeri sendiri jangan disepelekan, komputer ente terbantu dech dengan antivirus ini ANSAV AIO 1.9.3 ayo klik gambar di samping dapatkan manfaatnya…

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 4, 2008 pada 4:01 pm

Ditulis dalam software

PC Media Antivirus versi complete 1.4 + clamAV

tinggalkan komentar »

versi terbaru dari PC Media complete 1.4+clamav boleh di download dengan meng-klik gambar di bawah

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 4, 2008 pada 3:12 pm

Ditulis dalam software

Salam adalah Bukti Cinta

tinggalkan komentar »

dakwatuna.com – Mengucapkan dan menjawab salam adalah hak dan kewajiban antar-muslim yang dapat menguatkan tali persaudaraan dan ikatan kasih sayang. Apalagi dilakukan dengan wajah ceria, gembira, dan hangat. Karena itu tak heran jika Abdullah bin Harits bin Hazm r.a. berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyum melebihi Rasulullah saw.”

Bukan hanya senyum. Rasulullah saw. memasukkan ucapan salam sebagai salah satu dari enam hak muslim yang harus dipenuhi saudaranya. Abu Hurairah r.a. menyampaikan kepada kita bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hak muslim yang mesti dilakukan terhadap muslim lainnya itu ada enam.” Ada yang bertanya, “Apakah yang enam itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika kamu bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; jika ia mengundangmu, datangilah; jika ia minta nasihat, nasihatilah; jika ia bersin lalu memuji Allah, doakanlah; dan jika ia sakit, jenguklah ia; jika ia meninggal, maka antarkanlah jenazahnya.”

Abu Hurairah r.a. juga menyampaikan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman; dan kamu tidak akan beriman, kecuali jika kamu saling mencintai. Senangkah kamu jika aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kamu melakukannya kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antaramu.”

Ucapkan Kepada Siapapun

Abdullah bin Amr bin Ash r.a. bercerita bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasululah saw., (pengamalan) Islam yang bagaimanakah yang lebih baik? Nabi menjawab, “Memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang belum kamu kenal.”

Bahkan kata Asma binti Yazid r.a., Rasulullah saw. melewati kami (sejumlah wanita) dan mengucapkan salam kepada kami.

Menurut suatu riwayat, Asma berkata, suatu hari Rasulullah saw. melewati mesjid ketika kami sejumlah wanita berada di sana, Rasulullah saw. melambaikan tangannya dengan (mengucapkan) salam.

Bahkan, kata Anas bin Malik r.a., ia melewati anak-anak, lalu ia mengucapkan salam kepada mereka. Ia melakukan itu karena Rasulullah saw. melakukan hal seperti itu.

Jadi, mengucapkan salam adalah salah satu hak seorang muslim yang wajib ditunaikan oleh muslim yang lain. Sebagai sebuah hak, mengucapkan salam tidak pantas untuk ditinggalkan pelaksanaannya. Memang ada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abdil Barr yang mengatakan bahwa mengucapkan salam itu sunnah, sedangkan menjawabnya adalah wajib (fardhu).

Makna Salam

Kata as-salaam adalah salah satu nama Allah swt. Ketika kita mengucapkan assalamu’alaikum, artinya kamu dalam lindungan Allah swt. sebagaimana ucapan Allahu ma’aka, Allah menyertai (dan melindungi) kamu, juga seperti ucapan Allahu yahfazhuka, Allah melindungi kamu. As-salaamu juga berarti as-salaamah, keselamatan. Jadi, assalaamu’alaikum bermakna keselamatan dari Allah menyertaimu.

Ucapan salam dilafalkan minimal assalaamu’alaikum. Menggunakan kum, kalian, meskipun muslim yang disapa hanya satu orang. Sebab, salam tersebut juga disampaikan kepada malaikat yang ada di sekitar diri si mulim yang disapa.

Sedangkan ucapan salam yang sempurna adalah assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh, semoga keselamatan dari Allah menyertaimu, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Jika yang diberi salam hanya satu orang, maka wajib orang yang diberi salam membalas salam tersebut. Jika yang disalami jama’ah (orang banyak), menjadi fardhu kifayah untuk dijawab oleh semua dan dianggap cukup jika dijawab oleh sebagian jama’ah tersebut.

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Dicukupkan bagi suatu kelompok (jama’ah) jika berlalu untuk mengucapkan salam salah sati di antara mereka, dan cukuplah dari jama’ah (kelompok) untuk menjawab salam (oleh) salah satu di antara mereka.”

Bentuk Salam

Bentuk salam mesti sesuai dengan yang disunnahkan Rasulullah saw. Kata Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah menciptakan Nabi Adam r.a. yang tingginya enam puluh dzira (dari ujung jari hingga siku), Allah berfirman, ‘Pergilah, dan ucapkanlah salam kepada mereka -sejumlah malaikat yang sedang duduk-lalu didengarkanlah apa jawaban mereka terhadap salamu itu.’ (Jawaban mereka) itu adalah ucapan salam kamu dan salam keturunanmu. Lalu ia mengucapkan, assalaam ‘alaikum. Dan mereka pun menjawab, assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi, jadi mereka, para malaikat, itu menambahkan wa rahmatullahi.”

Sedangkan Muhammad bin Amr bin ‘Atha berkata, aku pernah duduk dekat Ibn Abbas r.a. lalu ada orang Yaman yang mengucapkan salam kepadanya. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh –semoga salam sejahtera dari Allah kepadamu beserta rahmat dan berkah-Nya– lalu ia pun masih menambahkan sesuatu setelah (kata wa barakaatuh) itu. Ibn Abbas r.a. mengatakan -ia ketika itu telah buta-”Siapa itu?” Mereka -sahabat-mengatakan, “Itu adalah orang Yaman yang datang berkunjung kepadamu.” Lalu mereka mengenalkan orang Yaman tersebut kepadanya. Lalu Ibn Abbas r.a. berkata, “Sesungguhnya salam itu selesai sampai al-barakah.”

Jabir bin Sulaim Al-Hujaimi bercerita bahwa ia pernah mendatangi Rasulullah saw. dan mengucapkan, “‘Alaikassalaam, ya Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Jangan mengucapkan ‘alaikassalaam, sebab kata-kata ‘alaikassalaam itu ucapan selamat (bagi) mayit. Jika engkau mengucapkan salam, maka ucapkanlah salaam ‘alaika sehingga yang menjawab akan mengatakan ‘alaikassalaam.”

Dalam Jami’ al-Ushuul fii Ahaadits ar-Rasuul, Ibnu Atsir mengatakan, sesungguhnya assalamu ‘alaika merupakan ucapan selamat (bagi) mayit. Diperkirakan bahwa yang disunahkan dalam memberikan salam kepada mayit adalah ‘alaikumussalam sebagaimana dikatakan dan dilakukan oleh banyak orang awam. Ada riwayat yang cukup kuat bahwa Nabi Muhammad saw. mendatangi kuburan seraya mengucapkan salam. Ia mengucapkan, assalaamu ‘alaikum, wahai ahli kubur dari kaum mukminin. Dalam salam yang diucapkan Rasulullah saw. tersebut kata as-salaam disebutkan sebelum menyebutkan orang yang didoakan, sebagaimana salam untuk orang-orang yang masih hidup. Mengapa Rasulullah saw. melakukan hal itu?

Hal itu menjadi isyarat darinya tentang sesuatu yang menjadi tradisi salam (ucapan selamat) untuk orang yang telah meninggal. Sebab mereka, para sahabat, pernah mendahulukan nama mayit sebelum berdoa. Menurut sunnah Nabi, tidak ada bedanya antara salam bagi yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal. Ini berkaitan dengan kebaikan.

Adapun yang berhubungan dengan keburukan dan kejahatan, justru tradisinya adalah mendahulukan orang yang didoakan sebelum mengucapkan “selamat”. Sehingga mereka (mesti) mengatakan, ‘alaika la’natullah -semoga kutukan Allah atasmu–, wa ‘alaihi ghadhabullah -semoga murka Allah atasnya–. Perhatikan firman Allah swt., “Dan sesungguhnya atasmu laknat-Ku sampai hari pembalasan.” (Shad: 78). Dan berkenaan dengan salam itu ada dua logat, salaamun ‘alaikum dan assalaamu ‘alaikum.

Demikian paparan Ibnul Atsir. Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh!

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 4, 2008 pada 4:41 am

Ditulis dalam DA'WAH

TENTANG IBU

tinggalkan komentar »

HAK IBU TERHADAP ANAK

dikutip dari: http://www.dakwatuna.com/2008/hak-ibu-atas-anaknya

عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : جاء رجل إلى رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ فقال : يا رسول الله : ” من أحق الناس بحسن صحابتي ؟ قال : أمك . قال : ثم من ؟ قال : أمك . قال : ثم من ؟ قال : أمك . قال ثم من ؟ قال : ثم أبوك ” . رواه البخاري ومسلم . وابن ماجه

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?” Jawab Rasulullah, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Jawabnya, “Ayahmu.” (Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Ada seseorang yang datang, disebutkan namanya Muawiyah bin Haydah r.a., bertanya: يا رسول الله ، من أحق الناس بحسن صحابتي :Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku? Kata الصحابة ، والصحبة adalah dua kata masdar yang memiliki satu makna yaitu: المصاحبة persahabatan.

Jawab Rasulullah saw: أمك ibumu. Dengan diulang tiga kali pertanyaan dan jawaban ini.

Pengulangan kata “ibu” sampai tiga kali menunjukkan bahwa ibu lebih berhak atas anaknya dengan bagian yang lebih lengkap, seperti al-bir (kebajikan), ihsan (pelayanan). Ibnu Al-Baththal mengatakan:

أن يكون لها ثلاثة أمثال ما للأب : من البر فقد ذكر الأب في الحديث مرة واحدة ، وكأن ذلك لصعوبة الحمل ، ثم الوضع ، ثم الرضاع ، فهذه الأمور الثلاثة تنفرد بها الأم ، وتشقى بها ، ثم تشارك الأب في التربية .

“Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ‘ayah’ dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ‘ibu’ diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa dipahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan, dan pengasuhan.

Hal itu diisyaratkan pula dalam firman Allah swt., “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun –selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun–, bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)

Allah swt. menyamakan keduanya dalam berwasiat, namun mengkhususkan ibu dengan tiga hal yang telah disebutkan di atas.

Imam Ahmad dan Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, demikian juga Ibnu Majah, Al Hakim, dan menshahihkannya dari Al-Miqdam bin Ma’di Kariba, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

” إن الله يوصيكم بأمهاتكم ، ثم يوصيكم بأمهاتكم ، ثم يوصيكم بأمهاتكم ، ثم يوصيكم بآبائكم ، ثم يوصيكم بالأقرب فالأقرب “

“Sesunguhnya Allah swt. telah berwasiat kepada kalian tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ibu kalian, kemudian berwasiat tentang ayah kalian, kemudian berwasiat tentang kerabat dari yang terdekat.”

Hal ini memberikan kesan untuk memprioritaskan kerabat yang didekatkan dari sisi kedua orang tua daripada yang didekatkan dengan satu sisi saja. Memprioritaskan kerabat yang ada hubungan mahram daripada yang tidak ada hubungan mahram, kemudian hubungan pernikahan. Ibnu Baththal menunjukkan bahwa urutan itu tidak memungkinkan memberikan kebaikan sekaligus kepada keseluruhan kerabat.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang ibu yang lebih diprioritaskan dalam berbuat kebaikan dari pada ayah. Hal ini dikuatkan oleh hadits Imam Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim yang menshahihkannya, dari Aisyah r.a. berkata:

سألت النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ أي الناس أعظم حقاً على المرأة ؟ قال : زوجها . قلت : فعلى الرجل ؟ قال : أمه “

“Aku bertanya kepada Nabi Muhammad saw., siapakah manusia yang paling berhak atas seorang wanita?” Jawabnya, “Suaminya.” “Kalau atas laki-laki?” Jawabnya, “Ibunya.”

Demikian juga yang diriwayatkan Al-Hakim dan Abu Daud dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa ada seorang wanita yang bertanya:

يا رسول الله : إن ابني هذا ، كان بطني له وعاء ، وثدي له سقاء ، وحجري له حواء ، وإن أباه طلقني ، وأراد أن ينزعه مني : فقال : أنت أحق به ما لم تنكحي “

“Ya Rasulallah, sesungguhnya anak laki-lakiku ini, perutku pernah menjadi tempatnya, air susuku pernah menjadi minumannya, pangkuanku pernah menjadi pelipurnya. Dan sesungguhnya ayahnya menceraikanku, dan hendak mencabutnya dariku.” Rasulullah saw. bersabda, “Kamu lebih berhak daripada ayahnya, selama kamu belum menikah.”

Maksudnya menikah dengan lelaki lain, bukan ayahnya, maka wanita itu yang meneruskan pengasuhannya, karena ialah yang lebih spesifik dengan anaknya, lebih berhak baginya karena kekhususannya ketika hamil, melahirkan dan menyusui.

Ditulis oleh ramadhanusmastertrainer

Juli 4, 2008 pada 4:15 am

Ditulis dalam DA'WAH

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.